Saturday, 3 September 2011

Klasifikasi Anak Tunagrahita

      Mungkin kita mungkin pernah atau bahkan sering mendengar pernyataan tunagrahita = idiot. Kita mungkin juga pernah melihat anak tunagrahita yang bisa bekerja sisalah satu bidang pekerjaan. Ya, memang, tidak semua anak tunagrahita sama, karena tunagrahita sendiri memiliki  klasifikasi tersendiri.
     Pengelompokan pada umumnya didasarkan pada taraf intelegensinya. Terdiri atas keterbelakangan ringan, keterbelakanga sedang, dan keterbelakangan berat. 


Tunagrahita ringan.
  • Tunagrahita ringan disebut juga maron atau debil.
  • Memiliki IQ antara 68-52 atau 69-55.
  • Mampu belajar membaca, menulis, dan berhitung sederhana.
  • Mampu dididik menjadi tenaga kerja semi-skilled seperti pekerja laundry pertanian, peternakan, pekerjaan rumah tangga, dan pekerja pabrik dengan sedikit pengawasan.
  • Pada umumnya tidak mengalami gangguan fisik (tampak seperti anak normal).
Anak yang tergolong dalam Tunagrahita ringan memiliki banyak kelebihan dan kemampuan. Mereka mampu dididik dan dilatih. Misalnya, membaca, menulis, berhitung, menggambar, bahkan menjahit. Tunagrahita ringan lebih mudah diajak berkomunikasi, selain itu kondisi fisik mereka juga tidak terlihat begitu mencolok. Mereka mampu mengurus dirinya sendiri untuk berlindung dari bahaya apapun. Karena itu anak tunagrahita ringan tidak memerlukan pengawasan ekstra, mereka hanya perlu terus dilatih dan dididik.

Tunagrahita sedang.
  • Tunagrahita sedang disebut juga imbesil.
  • Memiliki IQ antara 51-36 atau 54-40.
  • Mampu mengurus diri sendiri, melindungi diri sendiri dari bahaya. Seperti menghindari kebakaran, berjalan di jalan raya, berlindung dari hujan, dll.
  • Sangat sulit bahkan tidak dapat belajar secara akademik seperti membaca, menulis, dan berhitung sederhana. Namun, bisa diatasi dengan latihan setiap hari.
  • mampu menulis secara sosial, misalnya menuliskan nama sendiri dan alamat rumah.
  • Membutuhksn pengawasan yang terus menerus.
  • Dapat bekerja di tempat kerja terlindung.
Tidak jauh berbeda dengan anak tunagrahita ringan. Anak tunagrahita sedang pun mampu untuk diajak berkomunikasi. Namun, kelemahannya mereka tidak begitu mahir dalam menulis, membaca, dan berhitung. Tetapi, mereka paham untuk menjawab pertanyan dari orang lain, contohnya, ia tahu siapa namanya, alamat rumah, umur, nama orangtuanya, ,ereka akan mampu menjawab dengan jelas. Sedikit perhatian dan pengawasan dibutuhkan untuk perkembangan mental dan social anak tunagrahita sedang.
 
Tunagrahita berat.
  • Tunagrahita berat sering disebut idiot.
  • Memiliki IQ antara 33-22 atau 39-25.
  • Memerlukan perawatan secara total dalam kehidupan sehari-hari. Memerlukan perlindungan dari bahaya sepanjang hidupnya.
Anak tunagrahita berat dapat disebut juga Idiot. Karena dalam kegiatan sehari- harinya membutuhkan pengawasan, perhatian, bahkan pelayananyang maksimal. Mereka tidak dapat mengurus dirinya sendiri. Asumsi anak tunagrahita sama dengan idiot tepat digunakan jika anak tunagrahita tergolong dalam tunagrahita berat.

Nah, kalau sudah pernah baca klasifikasi tentang tunagarahita, ubah ya paradigma kita tentang tunagrahita itu selalu idiot.

0 comments:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Post a Comment