Saturday, 31 December 2011

Observasi (Part II)

      Deng..deng... welcome to obsevation part II, kemaren kan observasi pertama ke SLB ni, sekarang hari Kamis kemaren tanggal 29 Desember, kita (PLB 2011 UNS) ngadain observasi di BBRSBD Dr. Soeharso (maaf kalo salah nama)hehehhehe. Kita observasi buat memenuhi tugas Rehabilitasi ABK. Disitu kita mengamati tentang rehabilitasi tunadaksa. Do you know.... observasi kali ini nggak bosenin, tapi bikin capek, kenapa? tempatnya kan luas kan bo', kita muterin semua sudut disana. hehehhe. Pengen sih berhenti, tapi beneran rugi kalo kita nggak tau info tentang ini. Hehehhe. Seasik apa observasi kali ini?hehehhehe
     
Biasa lah a, awal observasi kita ada seminar dulu dari kepala BBRSBD yang diwakilin sama salah satu anggotanya, Ibu Ratna (kalo nggak salah)hehehhe. Disitu kita dikasih tau sejarah singkat, sama tugas-tugas BBRSBD tersebut. Habis itu kita di bagi dalam sebelas kelompok dengan 9 pendamping, aku dapet pendamping Ibu Menix, ramaaaaaaaaaaaaaaah banget, asoy pula, hehehe. Kita awalnya di bawa ke kelas seni, ada seni musik, karawitan, sama tari, tapi karena ditutup kita nggak bisa masuk. hehehhe. Setelah itu, kita di bawa ke ruang medis, dimana tempat ABK yang baru masuk memperoleh perawatan jika dibutuhkan. Setelah itu kita di bawa ke ruang pembuatan protese-protese, ternyta di situ juga memproduksi protese buata tunadaksa, kaki, tangan, telapak kaki, dll. Semua siswa yang ada disitu bakal dapet protese sesuai kebutuhan masing-masing, tetapi kurangnya, karyawan yang sedikit, dan kebutuhan yang banyak, membuat masing-masing siswa mendapat protese itu lamaaaaaaaaa banget, bahkan sampe lulus baru bisa dapet protese itu. Setelah itu kita dibawa ke ruang, jait, handicraf, photography, jahit, otomotif,sablon, elektro, konseling, komputer dll. 
      Hasill karya mereka keren-keren bo',, ada tas batik, baju, hiasan, kaos, lemari, kursi, poto, dll, dan nggak kalah dari buatan orang normal, JOSH! hehehhehe. Sempet tanya sama Ibu Menix, soal kelas, dan disitu dikatakan bahwa, ABK tunadaksa disitu dilatih dengan pegawai-pegawai yang terampil dan di asramakan. Setelah itu, ABK tersebut bakal melalui tes/ ujian penyaluran yang bekerjasamam dengan BPTKI yang nantinya dapat mencarikan pekerjaan buat mereka.. KEREN kan. Jadi disitu ABK bakal dibimbing sesuai bakat dan kemampuan mereka dan insyaallah dapat berguna buat kedepannya. Tepuuuk tangaaaaan...
     Disitu ada dua kelas, A sama B, anak baru masuk ke kelas A, selama 6 bulan dididik masuk kelas B, habis itu 6 bulan dididik lagi ujian trus dapat sertifikat deh, kalo lulus dapat sertifikat Lulus, kalo nggak lulus sertifikatnya tulisannya TAMAT gitu. hehehhee.
     Permasalahan umum yang ada di situ adalah, anak kadang masuk ke kelas yang tidak sesuai dengan bakatnya. Kenapa bisa? karena anak ini dimasukan ke BBRSBD oleh Bina Sosial dan abk tersebut hanya manut disuruh masuk ini dan itu. Tidak jarang pada pertengahan kelas, abk merasa tidak kuat dan minta ganti kelas, bahkan ada yang keluar karena tidak sanggup meneruskan kelasnya. Rata-rata alasan mereka adalah, mereka dipaksa utnuk masuk ke kelas tersebut oleh oknum tertentu, sehingga mereka yang tidak ada bakat disitu tidak sanggup meneruskan kelasnya. 
     Permasalahan lain ada pada siswa yang baru masuk BBRSBD, kenpa? mereka rata-rata banyak yang menangis apabila masuk pertama dengan asrama, alasan alamiah, kangen rumah, sama kaya anak kos, hehehhehe. Murid di BBRSBD nggak semua orang biasa lho ada tentara, ada juga mahasiswa, yang masuk situ karena mereka mengalami musibah kecelakaan sehingga mereka harus kehilangan salah satu anggota tubuh mereka. :(.
     Kita doain aja ya mereka bisa sekolah dengan baik, dan sukses bersama kita, Amin. That's all friends... kita tungg observasi berikutnya.. yuuuuuuuuuuk.. :)


0 comments:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Post a Comment